Dokumentasi : Penampakan Gerhana Matahari 2016 Di Tuban





Dokumentasi penampakan gerhana matahari di Tuban. Memang beberapa hari yang lalu banyak yang mengabadikan venomena alam yang langka atau moment gerhana matahari. Venomena Alam yang di tunggu tunggu oleh seluruh penjuru dunia. Mereka Mereka juga banyak yang mengabadikan moment gerhana Matahari Total (GMT) dengan berbagai peralatan masing masing. Sebab "Gerhana Matahari" itu hanya terjadi setiap 350 tahun sekali. Namun cumak di indonesia negara satu satunya yang bisa menyaksikan langsung gerhana matahari total (GMT) sepenuhnya.
Walaupun di indonesia tetapi hanya beberapa daerah dan beberapa kota saja yang dapat menyaksikan Gerhana matahari total itu. Setidaknya ada 12 kota di Indonesia yang mengalami "Gerhana Matahari Total" seperti Belitung, Palu, Palembang dan Ternate. di kabupaten tuban sendiri menurut berita yang saya baca Dan yang saya lihat hanya gerhana matahari setengah (GMS) "katanya".
Gerhana mataharipun sempat menjadi tranding topik di jagat internet (Dunia Maya) pada hari Rabu, taggal 9 maret 2015. Seperti Fb, twitter, bbm, baik dari media elektronik maupun media cetak dan media lainnya. Semuanya pada "utdate status", "memposting" dan memberitakan mengenahi "Gerhana Matahari" ini.
Banyak juga mitos mitos yang berkembang di masyarakat desa seputar gerhana matahari yang juga sempat diperbincangkan dan menjadi tambahan berita oleh media media yang bertopik gerhana matahari dan seputar mitos gerhana matahari. Sayapun akhirnya juga tak mau ketinggalan tentang ini walau sebelumnya masih malas menulis karena semua sudah bertopik seperti itu tetapi Setelah di pikir pikir ada yang kurang rasanya kalau gak membuat seperti ini, juga !!! hehehe




ilustrasia dari gogle

Sementara Mitos yang kini berkembang di tuban sendiri masih banyak masyarakat yang mepercayai bahwa matahari di makan "betorokolo" atau (buto) yang marah pada "bethoro suryo" (matahari), Menurutnya "betorokolo" marah kepada "bethoro surya" sehingga matahari di makan oleh "bethoro kolo". (Ada ceritanya mengenai ini cari sendiri ya hehehe). Pada zaman dulu ketika ada gerhana matahari ataupun gerhana bulan orang orang pada "menabuh" Lumbung (tempat untuk mengelupas kulit padi) dan membunyikan peralatan dapur. Menurutnya jika alat alat itu dibunyikan "butonya akan lekas pergi dan tak jadi memakan mataharin" Itu kepercayaannya yang masih sering dibicarakan pada masyarakat desa pada umumnya ketika terjadi gerhana matahari maupun gerhana bulan namun sekarang sudah tak seperti itu. Sudah tak ada yang membuyikan alat alat dapur maupun alat trdisional di tuban, Hanya beberapa kepercayaan saja yang masih dilakukan .
Di desa tlogowaru sendiri ketika itu aktivitas masyarakat sempat berhenti bekerja namun hanya pada bidang pertanian saja. Mereka memutuskan untuk dirumah tidak pergi beraktivitas, jika keluar takut akan adanya "Malapetaka". Itulah sebabnya sebagian Mereka Mereka santai dirumah Tapi tidak bagi yang bekerja di luar pertanian Mereka mereka masih seperti biasa. Masih melakukan aktivitas seperti biasa contohnya saya. hoho,,!!
Saya pagi itu juga mengabadikan beberapa foto gerhana matahari dan ikut mengamati, dari berita yang saya dengar dan saya lihat dilarang melihat dengan mata "telanjang bulat" sehingga saya mencari cara agar "mata" tidak telanjang bulat bulat. Akhirnya dengan berbagai cara agar mata tak telanjang bulat dan menyebabkan kerusak'an pada mata yang "bulat". Akhirnya saya memakakai kaca mata "biasa" berwarna hitam. Itupun saya rangkep tiga. Biar aman dan bisa melihat gerhana matahari
Namun ketika kaca mata tak pakai.,, Lha,!! Malah Jadi empat gerhananya dan tidak jelas bayangan si "bulan" ketika mau menutupi sang "matahari" !!! Ada juga yang sempat saya lihat memakai kaca mata atau helm untuk "mengelas" agar bisa menyaksikan "gerhana matahari langsung. Ketika di perjalanan menuju tempat lokasi terakhir saya "menguli'..




Pada waktu pengamatan atau pengambilan gambar, ketika itu saya berada di tempat kerja. Tepatnya pada pukul 07.30 wib kurang lebihnya. pada saat dirumah tidak jelas sekitar pukul 06.00 wib. Ketika berada di lokasi kerja pada waktu sekitar pukul 07.45 wib langit sudah berubah menjadi gelap. Entah mendung atau sudah terjadi gerhana saya belum tahu betul. Ini dikarenakan pada saat pengamatan saya tidak terlalu fokus mengamati karena pada waktu berangkat kerja Dan di sela sela perjalanan Jadi saya cumak mengabadikan dalam bentuk foto saja heheheh. Matahari yang saya lihat itupun sudah terjadi gerhana matahari atau tidak. Juga saya ndak mengerti jelas. Apakah sudah terjadi gerhana maupun belum.!! Masalahnya Saya ndak melihat berita di TV waktu itu Jadi ndak ngerti jam berapa tepatnya terjadi "gerhana matahari" heheheheHehehehe (ngakak)
Itulah penampakan foto gerhana matahari yang berhasil saya abadikan di tuban tepatnya di lokasi semen indonesia desa Sumber arum, kecamatan Kerek, Tuban. dan itu menjadi saksi sejarah hidup. Bahwa saya juga pernah atau melihat dan menyaksikan "Gerhana Matahari" yang terjadi 350 tahun sekali walaupun tak sepenuhnya total dan itu menjadi bagian dari cerita Esok hari bahwa saya juga "ngonangi" gerhana matahari pada hari "rabu" itu hehehehehe.(Jna)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapapun Bupatinya Tetap Tinggal Di Tuban

TONGKLEK KAKANG MBOK